April 21, 2009
Sengajakah Kau Menjauh
October 24, 2008
Mata Air-mata
+ mengapa kau keluar dari tempatmu hai airmata ?
- karena di dalam, aku merasa panas
+ darimanakah panas itu bersumber ?
- dari dalam hati tubuh ini, rasanya aku seperti terbakar, menghitam
+ kiranya apakah gerangan yang membuat hati ini terbakar ?
- tak lain karena sengatan dosa-dosa, mata yang jalang, tangan-tangan gerayangan, telinga mencuri dengar, mulut yang tiada henti mengumbar bahkan hati sendiri yang selalu iri dan tinggi hati
+ wahai,,, alangkah malang pemilik hati itu ! dengan cara apakah ia bisa menyelamatkan dirinya
- tiada lain dengan menginsyafi, menyesali dan berjanji takkan mengulangi. semoga dengan tetesku hati itu kembali dingin. semoga tiap tetesku mampu membuat sang Hati perlahan melunak sehingga ia mampu mendengar suaraNya sendiri.
August 26, 2008
Naluri
Begitu alami
layaknya tumbuhan yang slalu menari
menuju arah sinar mentari
Seperti halnya kembang dan kumbang
saling cumbu dan merayu
dalam snandung riang
Begitupun aku
yang mendekatimu
tak jauh dari situ
Pemali, 050808
June 30, 2008
Pamit
teruntuk seluruh kawanku
terutama dirimu
salam, shalom, shanty, syaloom
segala puja hanya milik-Nya dan pada-Nya pula segala puji kembali
teriring harap semoga senyum selalu menghiasi hati dan wajahmu nan berseri.
kawan,
sebentar lagi aku akan pergi ke tempat dimana aku belum pernah kesana, bahkan dalam mimpi sekalipun. yang segera menjadi tempat terjauh yang pernah aku datangi hingga kini. semoga bukan disana akhir perjalananku nanti.
kawan,
andai aku mampu. andai engkau mau. aku ingin melenyapkan segala sekat, jarak, waktu atau sekat emosi yang membatasi antara aku dan dirimu. aku ingin sekali datang padamu. secara langsung meminta ketulusan hatimu untuk memaafkan semua kesalahanku. sungguh aku ingin tahu dengan mataku, senyum tulus darimu. senyum yang meyakinkanku bahwa engkau memaafkanku.
kawan,
aku butuh maafmu. sebagai bekal bagiku. menghadap Tuanku, Pemilik jiwaku. mungkin terlalu dini tapi aku takut tak lagi sempat.
kawan,
Maafkan aku…
-yangberharaptetaptersenyumketikamenghadap-
June 26, 2008
Kesejahteraan padamu wahai Bunga Duniaku
Ku kan kembali ke dalam keheningan pada sang cinta
sejati
Terima kasih atas senyum dan keberadaanmu beberapa
waktu di kali yang kedua, memercikkan kembali endapan
wangimu dalam paru paru dan pembuluh darahku.
Sungguh, sang cinta sejati- yang satu, yang tak fana,
yang
meliputi semesta alam dan segenap makhluk-lah yang
menentukan segalanya.
Nikmatilah belaian angin fana yang menerpamu,
namun tancapkanlah
akarmu lebih dalam, benar, dan kokoh lagi.
Wahai rupa dan laku yang cantik, wahai bunga duniaku,
Sungguh,
tetapkan putihmu,
heningkan dirimu di 1/3 akhir kesunyian,
tegakkan tangkaimu,
tengadahkan daunmu,
luruskanlah putikmu pada satu,
sang Cinta sejati.
Wahai semoga bukan hanya bunga duniaku saja,
tetaplah impian si kumbang,
menemani, saling melengkapi,
hanya karena dan untuk
sang cinta sejati,
sampai selesainya jadwal terbangku dan mekarmu bersama
tenggelamnya matahari
untuk bersujud dibawah bayangan
singgasanaNYA,
kita meluruh dan tersungkur ke tanah,
bersujud kita
beralas debu bumiNYA yang suci dan menyucikan,
sebelum
meninggalkan ladang persemaian yang fana.
Wahai,
Bersama kita akan memuji dan menikmati keindahan wajah sang cinta sejati,
Kelak.
Sungguh, DIAlah yang akhirnya menentukan segalanya
Tiada daya dan upaya selain atas pertolonganNYA.
Sungguh teramat besar perlindungan dan kesayanganNYA
padamu,
wahai Bunga kesayanganku.
Semoga kesejahteraan tetap atasmu,
juga rahmat sang
cinta sejati padamu,
Wahai Bungaku
puisi dari milis SI (ku copas dari mbak ivonne)
Bertanya tentang Nama
seorang pemuda tampan yang kelaparan telah di beri makan oleh seorang
gadis cantik.
si pemuda tersebut kemudian bertanya kepada gadis tersebut .
pemuda : bolehkan saya tahu nama anda ?
gadis : untuk apa tahu nama saya ?
pemuda : begini , siapa tahu nanti di akherat kelak , ketika anda
sedang mengantri di gerbang surga , saya bisa menyapa anda .
gadis : mungkin saya tidak ke surga malah bisa jadi ke neraka.
percuma saja mengetahui nama saya .
pemuda : kalau begitu saya akan menunggu di persimpangan surga dan
neraka , dan akan menyapa anda di sana .
gadis : sebetulnya saya tidak peduli pada neraka atau surga .dan tidak
peduli pada pahala.
pemuda : kalau begitu saya akan menyapa anda ketika kita berjumpa lagi.
gadis : saya pikir kemungkinannya kecil , saya akan ke luar negeri
dan tinggal bersama suami di Antartika . jadi lupakanlah saja
keinginanmu utk mengetahui nama saya .
pemuda : kalau begitu saya akan menceritakan tentang anda kepada ibu
saya dan teman teman saya . sebagai bahan obrolan nanti malam .
tolong sebutkan nama anda ?
gadis : lebih baik kamu ceritakan orang lain saja , saya tidak suka di
jadikan bahan pembicaraan
pemuda : kalau begitu saya berjanji akan tutup mulut dan menyimpan
nama anda dalam hati saja, sebutkanlah nama anda ?
gadis : kamu begitu keras kepala , baiklah akan saya beri tahu tapi
sebelumnya saya ingin tahu nama kamu siapa ?
pemuda : saya jaka SOMBONG, tugas saya mengingat ingat kebaikan,
siapakah nama anda ?
gadis : saya tidak punya nama.
pemuda : beruntunglah saya ,akhirnya bertemu juga dengan salah satu
warga masyarakat tanpa nama, kalau tidak salah leluhur saya menyebut
kaum anda dengan nama orang orang ikhlas.
(dari milis SI)
May 26, 2008
Bangkit itu..
Bangkit itu Sadar. Bangkit itu Melangkah. Bangkit itu Sadar bahwa Hidup adlh melangkah menuju Kesempurnaan
May 17, 2008
Cukup Sayang, Cukup !
betapa sakitnya ketika tahu
ternyata senyum mereka palsu
tak sudi mencumbu
Orang Taurus…
ini bukan tentang ramal meramal
tapi hanya berusaha belajar
untuk berhati-hati dengan orang taurus
kenapa?
karena sudah dua kali mataku basah oleh mereka
mereka bilang aku cengeng?!
biar saja, karena ini bukan perkara menjadi lelaki seperti yg mereka puja
tapi bagaimana jujur terhadap diri sendiri
bahwa aku pernah mencinta
dan menangis karenanya
betapa susahnya mereka
menerima cinta yg sederhana
ku harap takkan ada sesal
-kota_sejuta_romansa-